Masuk
perencanaan keuangan

Jebakan Gaji Naik Tapi Tetap Habis

Andreas Hartono 04 July 2026 5 menit baca
Jebakan Gaji Naik Tapi Tetap Habis

Punya gaji yang cukup tapi tidak tahu kemana lari uangnya? Mungkin ada cara mengelola keuangan kamu yang benar. Yuk pelajari Jebakan Gaji Naik Tapi Tetap Habis

Gaji Dulu vs Sekarang

Coba deh kamu ingat ingat berapa gaji kamu pertama kali kerja? Lalu bandingkan dengan gajimu sekarang? Mana yang lebih besar? Harusnya sih yang normal pasti gaji sekarang lebih besar daripada gaji kamu dulu. Tapi apakah kamu sudah merasa cukup dengan gaji kamu saat ini? Banyak orang bilang kepada saya sebagai seorang Certified Financial Planner : "Andreas saya koq bingung ya perasaan gaji saya sudah cukup besar tapi koq rasanya masih gak cukup juga ya?"

Semua orang mungkin mengalami hal yang sama tidak hanya klien saya tersebut saja bahkan saya juga pernah mengalami masa-masa seperti itu. Gaji mengalir begitu saja tanpa ada hasil yang terlihat nyata. Kadang kita juga suka menyalahan perusahaan koq kasih gaji saya kecil sih sehingga saya tidak cukup membiayai hidup saya dan keluarga.

Apa Itu Lifestyle Inflation

Ada seorang bernama Parkinson yang mengatakan bahwa pengeluaran kamu akan mengikuti gaji kamu. Hal ini yang selanjutnya di dunia Perencanaan Keuangan dikenal dengan nama Hukum Parkinson. Artinya ketika seseorang gajinya 3 juta maka pengeluarannya juga 3 juta dan ketika gajinya naik menjadi 6 juta maka lambat laun pengeluaran juga 6 juta dan demikian seterusnya. Hal ini umumnya terjadi secara natural tanpa kita sadari dan ketika kita buat anggaran bulanan baru sadar koq sekarang cicilan mobil saya besar ya, kayaknya ini nih yang membuat penghasilan tidak cukup. Lah iyalah ketika gajinya 6 jutaan hanya punya cicilan motor dan ketika gajinya 12 juta maka langsung kredit mobil dan berakibat cicilannya menjadi berlipat lebih besar daripada cicilan motor sebelumnya.

Hukum Parkinson Keuangan

Dalam bahasa jadul kita pasti pernah mendengar istilah kebutuhan dan keinginan. Masih ingat apa bedanya? Kebutuhan itu adalah sesuatu yang wajib kita miliki sedangkan keinginan tidak wajib tapi kalau ada akan membuat kita lebih merasa lebih mewah, lebih gagah, lebih prestis, lebih terpandang, lebih nyaman dan lebih lain-lainnya.

Contoh ketika seseorang gajinya 6 juta dan mau punya motor maka dia cukup layak untuk bisa mencicil motor untuk kebutuhan transportasinya. Apakah motor adalah kebutuhan? Jawabannya bagi sebagian orang iya saat ini motor sudah menjadi sebuah kebutuhan untuk sebuah moda transportasi yang akan mendukung produktifitas kita. Tapi mau beli motor yang mana? Di sinilah keinginan itu mulai bekerja, keinginan berkata "koq beli motor harga 18 juta? Cicilannya nambah sedikit bisa dapat loh motor yang harganya 25 juta? Anda sudah membayangkan betapa percaya dirinya anda kalau mengendari motor 25 juta tersebut. Dalam kasus ini sebenarnya kita lebih memenuhi kebutuhan atau keinginan kita?

Itu baru sebuah motor, belum lagi dengan gadget handphone yang kita gunakan? Alih-alih untuk kebutuhan komunikasi tetapi lebih memenuhi keinginan kita supaya terlihat lebih keren di dalam pergaulan. Dan semakin parah kalau sudah ada cicilan motor ditambah lagi dengan cicilan hape yang kita gunakan.

Tanda-tanda Anda Terjebak

Lalu kita mulai merasa koq gaji saya gak cukup ya? Kemudian hitung-hitung anggaran koq cicilan utang nambah ya dan kemudian hitung-hitung neraca keuangan koq tabungan dan investasi gak nambah-nambah ya? Kalau itu yang terjadi berarti kamu sudah masuk pada fase sadar kalau ada sebuah jebakan dan kamu sudah masuk ke dalam Jebakan Gaji Naik Tapi Tetap Habis. Yang ideal tuh neraca kita setiap tahunnya harusnya ada penambahan harta khususnya harta investasi dan ada penurunan sisa cicilan utang. Kalau kamu mau tahu lebih detail kamu bisa browsing saja form neraca keuangan pribadi untuk identifikasi harta dan utang kamu atau kamu bisa dapatkan secara free form neraca ini di training 100% Mahir Perencanaan Keuangan.

Cara Keluar dari Jebakan

Untuk memperbaiki hal ini bukanlah bagaimana mendapatkan gaji yang lebih besar dulu, tetapi mulai melihat item-item mana di pengeluaran saya yang keliru dan setelah itu baru membuat sebuah komitmen baru. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan dan tergantung tingkat kesiapan kamu.

Pertama, kalau mau membeli barang pastikan sesuai kebutuhan dulu bukan keinginan. Setting mindset kalau saya membeli suatu barang yang nilainya cenderung terkurang harus saya imbangi dengan membeli barang yang nilainya bertambah. Misalkan tadi mau membeli motor ada pilihan 18 dan 25 juta dimana secara hitungan cicilan masih masuk keduanya tapi kamu sadar kalau motor ini sebenarnya bukanlah aset yang nilainya bertambah tetapi cenderung berkurang. Jadi daripada saya membeli motor 25 juta mendingan beli harga 18 juta dan kelebihan dananya kamu bisa belikan aset-aset investasi seperti logam mulia.

Kedua, ubah mindset gaji 90%. Maksudnya gimana? Jangan pernah kamu menggangap gaji kamu 100% tapi kamu hanya menggapnya misalkan 90%. Jadi kalau gaji kamu 10 juta kamu hanya bilang pada diri kamu sendiri kalau gajimu hanya 9 juta saja. 1 juta itu anggap tidak ada dan langsung kamu sisihkan menjadi tabungan atau investasi. Jadi kamu mengelola pengeluaran kamu bukan dengan punya uang 10 juta tapi hanya 9 juta.

Mindset seputar gaji

Ketiga, pada saat kenaikan gaji dianggap tidak ada kenaikan. Misalkan kamu saat ini gajinya 10 juta, lalu ada kenaikan menjadi 11 juta maka kamu hanya menganggap tahun ini gaji kamu hanya 10 juta tidak ada kenaikan. Lalu uang 1 juta tersebut kamu sisihkan untuk ditabung atau diinvestasikan. Tahun depan ada kenaikan 2 juta menjadi 13 juta maka kamu hanya bilang gaji kamu 11 juta bukan 13 juta, dimana 2 jutanya akan kamu sisihkan.

Sebenarnya solusinya mudah bukan? Secara teori iya tapi ada prakteknya tergantung kamu sudah ada di posisi mana? Kalau cashflow bulanan rutin sudah minus maka cara ini menjadi lebih sulit, tapi kalau ini kamu lakukan ketika kondisi keuangan masih normal atau masih sehat maka ini akan menjadi kunci kesuksesn finansial kamu di masa depan.

Langkah Praktis yang Bisa Dimulai Hari Ini

Mulailah dengan langkah kecil kamu hari ini, kamu bisa terapkan cara pertama dan kemudian pilih cara kedua atau cara ketiga secara bertahap dan buatlah sebuah komitmen pribadi kalau kamu bisa melakukan hal itu karena yang perlu kamu ubah terlebih dahulu adalah mindset berapa uang yang kamu miliki supaya terhindar dari hukum Parkinson. Percayalah kamu mampu dan mulai bulan ini tabungan dan investasi kamu akan bertambah seiring dengan kenaikan gaji kamu setiap tahunnya.