8 Penyebab Uang Pesangon Pensiun Cepat Habis
Uang pesangon pensiun merupakan dana yang dinantikan para pensiunan untuk kehidupan mereka selanjutnya. Tapi tanpa mereka sadari ternyata ada 8 penyebab uang pesangon pensiun cepat habis. Kamu wajib tahu hal ini sedini mungkin supaya tidak terjadi kepada kamu.
Tanpa dipungkiri setiap orang yang memasuki masa pensiun akan menantikan yang namanya dana pensiun atau pesangon pensiun yang jumlah bisa puluhan kali lipat dari gaji bulanan yang diterima setiap bulannya. Tapi tahukah kamu kalau ternyata dana pensiun ini akan cepat habis loh, saya sebagai seorang Certified Financial Planner telah melakukan obervasi selama puluhan tahun dan akhirnya menemukan 8 penyebab uang pesangon pensiun cepat habis. Bagi kamu yang sudah mendekati masa pensiun wajib tahu ya supaya kamu bisa melakukan antisipasinya sejak dini. Yuk kita bahas satu per satu mulai dari no 8 terlebih dahulu.
8. Krimimal
Saya menjumpai cukup banyak orang yang uang pesangon pensiun yang diupayakan selama sekian puluh tahun akhirnya lenyap seketika karena tindakan kriminal yang dapat berupa kriminal dengan kekerasan misalkan perampokan ataupun pencurian dan kriminal dengan menggunakan hipnosis. Sungguh mengenaskan kerja puluhan tahun dan uang pensiunnya habis dalam waktu yang sangat singkat.
7. Terlalu Cepat Bagi Warisan
Kedengarannya aneh ya, tapi inilah yang banyak terjadi karena banyak para pensiunan ketika mendapat uang pesangon merasa uangnya banyak lalu dia bagi bagikan kepada anak-anaknya bahkan tidak hanya uang pensiun, aset yang dimiliki juga sering dibagikan kepada anak-anaknya terlalu cepat. Akibatnya dana pensiun yang awalnya banyak akhirnya berkurang dan bahkan habis dalam hitungan beberapa tahun saja. Yang lebih parah ketika aset juga sudah dibagikan kepada anak-anaknya meraka tidak mempunyai apa-apa lagi untuk bekal pensiun mereka.
6. Investasi Bodong
Fenomena imbal hasil yang tinggi menyebabkan banyak orang pensiun yang rela menyetorkan uang pensiunnya untuk terlibat di dalam investasi yang sifatnya bodong. Alih-alih bisa mendapatkan keuntungan dari bunga yang besar setiap bulannya malah modalnya hilang dan tidak bisa dikembalikan.

5. Gagal Wirausuha
Banyak pensiunan yang merasa perlu mendapatkan penghasilan tambahan untuk masa pensiun dan mereka mulai mencari dan melakukan wirausaha yang dilakukan sendiri (self employee) ataupun melibatkan orang lain (business owner) atau bahkan hanya menyetorkan modal saja dan orang lain yang menjalakan usahanya. Kegagalan wirausaha umumnya disebabkan oleh minimnya pengetahuan, ketrampilan serta pengalaman terhadap bidang usaha yang digeluti yang diperparah dengan setoran modal yang besar.
4. Biaya Kesehatan
Kesehatan menjadi momok bagi para pensiunan karena secara teori semakin berumur seseorang maka potensi risiko untuk sakit menjadi lebih tinggi. Saat ini sebenarnya biaya kesehatan relatif lebih baik dibandingkan zaman dulu yang tanpa adanya fasilitas BPJS. Kita harus akui bahwa inflasi biaya kesehatan setiap tahunnya naik cukup tinggi sehingga beban biaya premi yang cukup besar untuk para pensiunan yang lebih fokus kepada asuransi swasta ketimbang BPJS yang sangat terjangkau.
3. Konsumtif
Tanpa disadari secara natural seseorang ketika mempunyai uang dalam jumlah yang besar akan cenderung konsumtif. Yang biasanya naik motor ingin punya mobil meskipun mobil LCGC, yang sebelumnya pakai mobil LCGC ingin punya mobil avanza, yang punya mobil avanza ingin punya mobil fortuner meskpin bekas. Demikian seterusnya, para pensiunan akan ada kecenderungan untuk meningkatkan gaya hidupnya saat memiliki uang dalam jumlah yang besar.
2. Bayar Utang & Diutangi
Ini adalah fenomena terbanyak kedua, para pensiunan ternyata masih punya beban utang besar di usia produktif mereka. Kalau utang dengan perbankan sebenarnya tidak menjadi masalah karena umumnya akan selesai di usia pensiun tetapi utang diluar perbankan inilah yang perlu dibayarkan oleh para pensiun. Lalu masih ada kaitannya dengan utang yaitu bukan bayar utang tetapi di-utangi atau dipinjam orang lain. Fenomena ini juga sangat sering terjadi uang pensiun dipinjam oleh anak-anak mereka ataupun oleh orang-orang terdekat dengan mereka.

1. Dana Pensiun Ternyata Tidak Cukup
Urutan nomor 1 ini ternyata diluar dugaan, dari demikian banyak orang yang saya jumpai umumnya inilah yang menyebabkan uang pensiun mereka cepat habis yaitu ternyata memang dana pensiun tersebut tidak cukup untuk menghidupi usia pensiun mereka hingga usia 75 atau 80 tahun. Banyak orang tidak sadar hal ini dan berasumsi nanti pensiun bisa hidup menggunakan uang pensiun saja. Kalau tidak percaya coba kamu bisa hitung dengan cara yang paling sederhana misalkan ada seseorang penghasilannya 10 juta per bulan dan kita asumsikan pengeluaran di masa pensiun hanya 7 juta per bulan atau 84 juta per tahun. Kalau dia ingin pensiun selama 25 tahun atau hingga usia 80 tahun maka dia perlu dana pensiun sebesar 84 juta x 25 tahun = 2,1 miliar. Coba check apakah uang pesangon pensiunnnya ada sejumlah itu? Kemungkinan besar dia tidak akan mendapatkan uang pensiun sebesar itu kalau gajinya hanya 10 juta per bulan.
8 penyebab uang pesangon pensiun cepat habis
Setelah kamu tahu ada 8 hal tersebut lalu apa yang akan kamu lakukan? Ya kamu harus lebih waspada dan mempersiapkan diri sejak dini khususnya untuk mengatasi masalah no. 1 yaitu dana pensiun tidak cukup dengan mulai melakukan investasi sejak dini. Di artikel berikutnya saya akan mengajak kamu untuk mendalami satu per satu solusi yang bisa kamu lakukan untuk mengatasi 8 penyebab uang pesangon yang akan cepat habis tersebut.