fbpx
Desa Sumurgeneng Ganti Rugi Pertama

Desa Sumurgeneng Dapat Rezeki Nomplok Dari Pertamina

Desa Sumurgeneng Dapat Rezeki Nomplok Dari Pertamina

Asyik ya para warga di Desa Sumurgeneng, Kecamatan Jenu, Tuban, Jawa Timur tiba-tiba mendapatkan rezeki plus plus plus yang tidak terduga hingga miliaran rupiah karena ganti rugi tanah yang dibeli oleh Pertamina untuk proyek kilang minyak. Kalau melihat informasi yang didapatkan dari media online kisaran rezeki ganti rugi yang mereka dapatkan di kisaran 8 hingga 26 miliar.

Yang menarik sebenarnya bukan angka miliar tersebut, tetapi apa yang mereka lakukan dengan uang miliaran tersebut, dimana 1 desa memborong mobil-mobil yang tergolong relatif mewah seperti Innova & HRV yang harganya di kisaran 350 jutaan.

Apakah salah dapat rezeki langsung dibelikan mobil? Ini yang menarik dan menjadi perbincangan di media sosial, ada yang pro dan ada juga yang kontra dengan perilaku mereka.

Desa Sumurgeneng Rezeki Nomplok Pertamina

Sebelum bahas perilaku warga Desa Sumurgeneng ini yuk kita lihat data statistik dulu. Ternyata secara statistik di dunia ini orang yang kekurangan uang itu lebih banyak loh daripada orang yang kelebihan uang. Kenapa? Karena ada hukum yang tidak adil dimana orang yang kekurangan uang untuk menjadi kelebihan uang itu perlu sebuah kerja keras dan perjuangan yang luar biasa, tetapi sebaliknya orang dari kelebihan uang menjadi kekurangan uang ternyata sangatlah mudah tanpa perlu kerja keras dan perjuangan, cukup berfoya-foya saja maka uang itu akan segera habis kembali. Jadi gak adil khan dari kurang ke lebih itu susah tetapi dari lebih ke kurang itu mudah.

Lalu bagaimana pandangan saya sebagai seorang Financial Planner dengan fenomena ini? Biasanya saya memberikan 6 prioritas yang musti dilakukan bagi orang-orang yang mendapatkan rezeki dalam jumlah yang relatif besar, misalkan mendapatkan uang pensiunan, warisan ataupun rezeki tak terduga lainnya seperti warga Desa Sumurgeneng ini.

Desa Sumergeneng Beli Ratusan Mobil

Prioritas pertama, berikan sebagian untuk ibadah, amal dan sosial supaya kita juga dapat berbagi kesenangan dan kebahagiaan kepada orang-orang lain yang mungkin tidak seberuntung kita yang mendapatkan rezeki tersebut. Berapa besarnya ? Kurang lebih di kisaran 2,5% dari rezeki yang didapatkan. Angka ini tentunya juga menjadi relatif ya untuk setiap orang sesuai dengan keyakinan dan juga keiklasan masing-masing.

Prioritas kedua, untuk kesenangan diri sendiri atau keluarga. Koq untuk kesenangan? Iya supaya kita juga bisa menikmati hidup terutama untuk membeli sesuatu yang kamu impikan selama ini yang mungkin belum kesampaian. Tujuan sebenarnya bukanlah untuk kesenangan semata tetapi tujuan utamanya adalah bagaimana meningkatkan motivasi diri karena sudah mendapatkan apa yang diinginkan selama ini. Tapi untuk prioritas kedua ini pasti ada syaratnya yang wajib dipatuhi yaitu nilai yang bisa dibelanjakan untuk kesenangan ini hanya di kisaran 1% saja dari rezeki yang diterima.

Jadi kalau 1 keluarga di desa Sumurgeneng mendapatkan ganti rugi sebesar 8M dan membeli 1 mobil seharga 350 juta untuk tujuan kesenangan sebenarnya porsinya sudah agak kelebihan karena telah mencapai sekitar 4%. Lalu yang dapat 26M diberitakan membeli 3 mobil sehingga rasionya juga telah mencapai 4% yang artinya juga sudah kelebihan kalau tujuan membeli mobil ini adalah untuk tujuan kesenangan bukan tujuan produktif lainnya.

Prioritas ketiga, digunakan untuk proteksi diri yaitu dana darurat dan asuransi. Berapa besar dana darurat yang diperlukan? Kalau yang masih usia produktif dengan status karyawan di kisaran 3-6 kali pengeluaran bulanan. Kalau status wirausaha di kisaran 12-24 kali pengeluaran dan yang pensiunan harusnya lebih besar lagi bahkan kalau bisa tersedia untuk seumur hidup. Lalu untuk membeli asuransi untuk proteksi diri dan juga harta benda yang dimiliki.

Desa Sumurgenang Borong Mobil

Prioritas keempat, digunakan untuk melunasi utang terutama utang-utang yang bersifat konsumtif, tetapi dengan catatan sudah harus tobat juga ya. Artinya sadar kalau utang konsumtif itu termasuk perilaku tidak baik dan tidak akan melakukannya lagi di kemudian hari.

Prioritas kelima, digunakan untuk modal usaha kalau tujuannya ingin menjadi seorang pengusaha. Berapa besarnya? Ini sangat relatif tetapi prinsipnya adalah semakin besar pengetahuan dan pengalaman kita tentang wirausaha tersebut maka semakin besar modal yang dapat kita gunakan sebaliknya semakin kecil pengetahuan dan pengalaman kita wajib semakin kecil juga modal yang bisa ditanamkan. Untuk prioritas kelima tentunya harus extra hati-hati karena salah langkah maka uang rezeki yang besar tadi bisa menjadi hilang dalam waktu yang relatif cepat sehingga support dan dukungan dari orang-orang yang punya pengetahuan dan pengalaman untuk menjadi mentor adalah hal yang sangat diperlukan.

Prioritas keenam, digunakan untuk investasi yang sifatnya pasif misalkan dibelikan deposito, obligasi, tanah, logam mulia, reksadana, saham, dll. Sama dengan prioritas kelima maka prioritas keenam inipun harus extra hati-hati, perlu pengetahuan dan pengalaman, jangan sampai uang investasi ditempatkan pada instrumen yang salah apalagi bodong yang berakibat hilangnya uang yang dimiliki. Pastikan investasi yang dipilih legal dan memberikan keuntungan yang juga logis.

Nah itu dia 6 prioritas yang dapat dilakukan untuk kamu yang mendapatkan rezeki nomplok seperti saudara-saudara kita di Desa Sumurgeneng yang saat ini mendapatkan ganti rugi dari Pertamina. Ingat loh ya dari kekurangan uang untuk menjadi kelebihan uang itu perlu usaha yang luar biasa sebaliknya dari kelebihan uang untuk menjadi kekurangan uang itu sangatlah mudah sehingga bijaklah dalam menggunakan uang yang kamu dapatkan.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *